Topeng Kelana

Gambar | Posted on by | Meninggalkan komentar

Membuat Video Mixer Paling Sederhana

Secara teori pada perinsipnya untuk menghambat sebuah arus kita memerlukan sebuah resistan atau hambatan, Jadi bila kita menginginkan arus yang besar maka kita pasang resistor yang nilai resistansi (tahanan) nya kecil, mendekati nol atau sama dengan nol atau tidak dipasang sama sekali dengan demikian arus tidak lagi dibatasi. Nah seperti itulah kira-kira fungsi Resistor dalam sebuah rangkaian elektronika. Dari prinsip itu kita membutuhkan sebuah resistor yang dapat berubah hambatannya seperti fungsi sebuah potensiometer hambatan atau resistor yang dapat diubah-ubah hambatannya atau bahasa lainnya portable resistor, nah dari situlah saya berfikir mungkinkah bisa dibuat sebuah mixer video?? lalu saya mencari-cari di google akhirnya menemukan cara atau alat sederhana untuk menggabungkan dua input masukan video untuk bisa dipakai secara bergantian dengan alat atau komponen utamanya hanya dengan sebuah potensiometer. Yupz kita mulai :

Langkah pertama buat design atau skema alatnya doeloe… seperti gambar dibawah ini :

Lalu siapkan bahan bakunya :
1. Potensiometer seharga 1K Ohm
2. Jack RCA 3 pasang (beli yang kualitas bagus seperti pada gambar dibawah warna kuning emas).
3. Saklar 2 buah, kalo saya biasa menyebut saklar model gambar dibawah ini adalah saklar toel/colek… he..he.. karena dalam penggunaannya ditoel atau dicolek.
4. Kabel penghubung secukupnya
5. Box terserah untuk ukuran kalo dapet sesuai seperti gambar (box yang kecil yang sepantasnya) karena kalo terlalu besar juga percuma toh rangkaiannya juga sangat sederhana sekali.
6. Solder dan Timah (tinol secukupnya).
7. Untuk melakukan tes uji coba, siapkan 2 source (sumber) input masukan video, bisa dari VCD player, receiver parabola atau dari camera handycame. Lalu TV sebagai media penerima output/review hasil akhir.

Baru rakitlah sesuai dengan skema sederhana seperti gambar pertama diatas, mulailah dengan melubangi bagian jack rca pada box (bisa menggunakan bor atau alat lain yang bisa melubanginya) karena box harus dimodifikasi sekedar saran untuk box seperti gambar dibawa ini banyak dijual dipasaran/toko elektronik. Selanjutnya bagian saklar, lalu diteruskan dengan menghubungkan kabel-kabel dengan solder supaya kuat dan rapi, lalu jadilah seperti gambar dibawah ini.

Dibawah ini penjelasan alat dan hasil record testing alat yang dikutip dari situs nya :

Dirt & Cheap Non-Sync Video Mixer. Just one potentiometer and some connectors and you have your self a video mixer. Well, not really sync but its mixing, haha. Simple and dirty. If you leave the knob in the middle the signal it losses sync on the output. Now, you could change the switches into push buttons and have yourself a simpler switcher. It isn’t gritch free but it doens’t need any power or parts.

I made two switches onit so you can change input 1 and 2 to the other side of the knob. Its also there to have the option for normal image. If you leave the two signals on the pot it will be slidly visual as a vertical rolling image. For this you need a 1 k ohm potentiometer, 3 RCA connectors, 2 switches (SPDT) and a enclosure. Connect the inputs to both switches, one input to each switch. Connect the output of the switches to the side pins of the pot and the middle is your video out.

Saya udah mencoba lho dan alat ini lumayan membatu untuk dua masukan input, meski memang diakui masih jauh sempurna dibanding dengan mixer video yang sebenarnya, tapi setidaknya dapat membatu anda jika berkerja lebih dari 1 kamera dan satu saran saya jika anda berniat mencoba membuatnya usahakan cari potensiometer dengan nilai 1K Ohm seperti yang disarankan diatas. Soalnya akan terjadi perbedaan yang mencolok disaat crossing atau peralihan antara gambar 1 dengan 2.

Mudah-mudahan bermanfa’at selamat mencoba! Saran dan komentar wajib anda sertakan ..he..he.. saya tunggu lho.. kita sharing disini siapa tau ada diantara anda yang punya teknik atau cara lain yang lebih baik, sebenarnya saya sudah dapat skema video mixer yang bagus hanya dengan 1 komponen IC, tapi masalahnya di tempat saya susah buat dapetin jenis IC-nya. Lain waktu saya akan posting juga.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Mempersiapkan Foto untuk Diupload dengan PS

Demi kelayakan sebuah pameran gambar, dan juga menjaga daya tampung server yang terbatas, di FN diberlakukan beberapa syarat saat mengupload sebuah gambar ke galeri. Syarat-syarat tersebut antara lain (per 10 April 2005):

– Ukuran Maksimal sisi panjang : 900 pixel
– Ukuran Maksimal ukuran file : 150 KB
– Ukuran Minimal sisi pendek : 1090 – (1.1 * sisi panjang)
– Dengan rumusan di atas, berarti ukuran minimal sisi panjang adalah 519 pixel.

Bila sisi panjang 900 pixel, maka minimum sisi pendek adalah 100 pixel.
Bila sisi panjang 850 pixel, maka minimum sisi pendek adalah 155 pixel.
Bila sisi panjang 800 pixel, maka minimum sisi pendek adalah 210 pixel.
Bila sisi panjang 700 pixel, maka minimum sisi pendek adalah 320 pixel.
Bila sisi panjang 650 pixel, maka minimum sisi pendek adalah 375 pixel.
Bila sisi panjang 600 pixel, maka minimum sisi pendek adalah 430 pixel.
Bila sisi panjang 550 pixel, maka minimum sisi pendek adalah 485 pixel.
1. Buka File di PS
Setelah membuka PS, bukalah file yang dimaksud. Menu: File – Open. Kemudian pilihlah file yang dimaksud. Kalau sudah, tekanlah tombol OPEN.
2. Ubah Tipe File ke RGB
Pastikanlah file tersebut menggunakan warna RGB, dan bukan CMYK. Jika bukan RGB, ubahlah menjadi RGB. menu PS : Image – Mode
3. Melakukan Croping
Foto hasil scan, ataupun foto hasil kamera digital, seringkali komposisinya tidak seperti yang kita inginkan. Untuk itu perlu dilakukan croping pada foto, sehingga tertinggal bagian yang kita inginkan saja, sesuai dengan komposisi yang kita senangi.

Langkah-langkah croping:
• Pilihlah tool seleksi yang bentuknya kotak. (lihat gambar di bawah yang diwarnai kuning)
• Lalu buatlah seleksi pada bagian yang diinginkan di foto. Klik kiri pada pojok kiri atas bagian yang diinginkan, tahan, sambil menggeser mouse ke bagian kanan bawah seleksi, lalu lepaskan. Akan tampak garis blink sebagai tanda seleksi pada foto.
• Setelah yakin dengan seleksi yang kita inginkan, lakukan croping. Menu PS: Image – Crop.
• Bagian yang berada di luar seleksi akan terpotong
4. Mengatur Gelap Terang dan Kontras
Selanjutnya, biasanya diperlukan pengaturan gelap-terang dan kontras. Secara advance, hal ini bisa dilakukan dengan level. Tapi, supaya mudah, di sini saya menggunakan Brightness/Contrast.

Menu PS: Menu – Adjustment – Brightness/Contrast

Akan tampak tampilan seperti di bawah ini. Ubahlah gelap-terang dan kontras gambar dengan menggunakan slider yang ada. Kalau dirasa sudah maksimal, klik OK.

Jangan lupa, check box preview sebaiknya diaktifkan, supaya bisa melihat langsung efek pada gambar saat melakukan adjusment.
6. Mengubah Ukuran Foto
Ini salah satu langkah terpenting, yaitu mengubah ukuran pixel. Bisa dilakukan di Menu PS: Image – Image Size. Aturan ukuran foto di FN, lihat bagian atas topik ini.

Akan tampak pop up seperti di bawah ini.

Pastikanlah checkbox “constrain proportion” dan “resample image” –> bicubic dalam posisi aktif. Sebelum melakukan pengubahan, lihatlah ukuran sisi-sisinya dalam ukuran pixel. Lihat gambar yang ditandai warna kuning. Kalau sisi terpanjangnya lebih dari 700 pixel, teruskan dengan langkah berikut. Tapi kalau sisi-sisinya sudah di antara 700 dan 250 pixel, klik cancel, ukuran foto Anda sudah OK buat FN. Kalau belum (dengan asumsi lebih besar), lihatlah mana yang lebih besar, height atau width nya. Angka yang lebih besar, ubahlah menjadi 600-700 pixel. Biasanya saya menggunakan 700 sampai 600 pixel untuk width foto format mendatar, dan height 600 – 500 untuk foto berformat berdiri. Panjang sisi lainnya akan otomatis mengikuti.

Pastikan bahwa sisi pendek berukuran lebih dari standart di atas, sesuai dengan ukuran sisi panjangnya. Jika Anda bermaksud mengupload foto panorama, ukuran sisi panjang bisa sampai 900 pixel, dengan minimum sisi pendek 100 pixel.

Isian lain tidak perlu diubah, termasuk resolusi, karena itu hanya akan berpengaruh kalau kita menggunakan foto itu untuk bahan printing atau kita mau menambahkan tulisan pada foto itu. Klik OK kalau sudah selesai.
7. Menajamkan Gambar
Akibat proses scanning, ataupun proses resize yang dilakukan sebelumnya, biasanya ketajaman gambar sedikit berkurang. Hal ini bisa di atasi dengan melakukan penajaman.

Menu PS: Filter – Sharpen – Unsharp Mask.

Ada 3 macam nilai yang bisa diset di sini. Saya sendiri biasanya menggunakan threshold=0, dan radius=0.5. Ini karena kita akan mempersiapkan file untuk tampilan di layar. Kalau untuk printing, settingnya akan sedikit berbeda. Sedangkan nilai Amount nya yang kita pilih, sesuai dengan tingkat ketajaman yang kita inginkan. Usahakan tetap di bawah nilai 300. Kalau sudah sip, tekan OK.

Berikut ini bisa terlihat perbedaan foto yang belum di sharpen dan preview hasil dengan sharpen.
8. Menyimpan sebagai JPG File
Salah satu hal yang sangat penting untuk mencapai standart ukuran <150 KB adalah proses ini. Pada step ini juga akan dilakukan penyimpanan file jpg.

Langkah-langkahnya adalah:
• Pastikan beberapa setting berikut ini : Tab Atas, pilihlah Optimized. Type File : JPEG. Check box Optimized diaktifkan.
• Kemudian kita akan menentukan kompresi file yang sesuai. Geserlah slider pada bagian quality tersebut, sampai melihat ukuran file di pojok kiri bawah. Perhatikan juga gambar, jangan sampai malah menjadi blur dan jelek.
Setelah yakin dengan kualitas dan ukuiran foto, tekanlah tombol save. Lalu pilihlah lokasi penyimpanan file di komputer Anda, dan pastikan Anda menentukan extensi file .jpg.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar